mohon kritik dan sarannya

agar blog ini dapat lebih baik

Tuhan memberikan cobaan tidak melebihi kemampuan hambanya

tetapi dosen mamberikan tugas melebihi kemampuan mahasiswanya

semua manusia akan mati

karena pada dasarna di dunia ini tidak ada yang abadi

yakin bisa..harus bisa..PASTI BISA!!

Barang siapa yang mau berusaha.. niscaya keberkahan akan selalu bersamanya


Kode Iklan Anda Disini

Translate

Showing posts with label edukasi. Show all posts
Showing posts with label edukasi. Show all posts

Friday, 4 April 2014

Akhlak Tasawuf - Baik dan Buruk

PENGERTIAN BAIK DAN BURUK
Menurut bahasa, baik adalah terjemahan dari kata khair dalam bahasa Arab, atau Good, dalam bahasa Inggris. Louis Ma’luf dalam kitabnya, Munjid, mengatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatau yang telah mencapai kesempurnaan.[1] Sedangkan dalam Webster New Twentieth Century Dictionary, dikatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian dan seterusnya.[2] Selanjutnya yang baik itu juga adalah sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan, yang memberi kepuasan.[3] Yang baik itu dapat juga berarti sesuatu yang sesuai dengan keinginan.[4] Dan yang disebut baik dapat pula berarti sesuatu yang mendatangkan rahmat, memberikan perasaan senang atau bahagia.[5] Dan ada pula pendapat yang mengatakan secara umum bahwa yang disebut baik atau kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan, yang diusahakan, dan menjadi tujuan manusia. Tingkah laku manusia adalah baik, jika tingkah laku tersebut menuju kesempuraan manusia. Kebaikan disebut nilai (value), apabila kebaikan itu bagi seseorang menjadi kebaikan yang konkret.[6] Dengan demikian, baik atau kebaikan adalah sesuatu yang berhubungan dengan yang luhur, bermartabat, menyenangkan, dan disukai manusia (Anthropocentris/yang memusat pada manusia).
Dalam bahasa Arab, buruk dikenal dengan syarr yang artinya sesuatu yang tidak baik, yang tidak seperti seharusnya, tak sempurna dalam kualitas, di bawah standar, kurang dalam nilai, tak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.[7] Jadi buruk dapat dikatakan sesuatu yang dinilai sebaliknya dari yang baik, tidak disukai kehadirannya oleh manusia.
        Dengan demikian nilai baik atau buruk bersifat subjektif, karena bergantung kepada individu yang menilainya.

PENENTUAN BAIK DAN BURUK
Banyak para ahli yang berpendapat tentang penentuan baik dan buruk, seperti Poedjawijatna, yaitu hedonisme, utilitarianisme, vitalisme, sosialisme, religiosisme dan humanisme.[8] Asmaran As, yaitu adat kebiasaan, hedonisme, intuisi, dan evolusi.[9] Dan yang terakhir Ahmad Amin, yaitu adat istiadat, hedonisme, dan utuliarianisme.[10]
Secara ringkas aliran filsafat yang mempengaruhi pikiran akhlak adalah:
1.       Adat-istiadat (Sosialisme)
Menurut aliran ini baik dan buruk ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat
2.       Hedonisme
Menurut aliran ini perbuatan baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kepuasan, kenikmatan, dan kepuasan nafsu biologis
3.       Intuisisme (Humanisme)
Intuisi merupakan kekuatan batin yang dapat menentukan sesuatu berbagai baik dan buruk dengan sekilas tanpa melihat buah atau akibatnya
4.       Utilitarianisme
Maksud dan paham ini adalah untuk sesame manusia atau semua makhluk yang memiliki perasaan
5.       Vitalisme
Menurut paham ini yang baik adalah yang mencerminkan kekuatan dalam hidup manusia
6.       Religiosisme
Menurut paham ini dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kehendak tuhan

BAIK DAN BURUK MENURUT AJARAN ISLAM
Menurut ajaran islam penentuan baik buruk harus didasarkan pada petunjuk Al-Qur’an dan Al-hadits. Jika kita perhatikan dalam Al-Qur’an maupun hadits dapat kita jumpai berbagai istilah yang mengacu kepada baik dan buruk. Diantara istilah yang mengacu kepada yang baik misalnya Al-hasanah, Al-thayyibah, Al-khairah, Al-karimah, Al-mahmudah, dan Al-birr.
·         Al-hasanah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukan sesuatu yang disukai atau dipandang baik. Lawan kata al-hasanah adalah al-sayyiah. Yang termasuk al-hasanah misalnya keuntungan, kelapangan rezeki dan kemenangan. Sedangkan yang termasuk al-sayyiah misalnya kesempitan, kelaparan dan keterbelakangan.

·         Al-thayyibah khusus digunakan untuk menggambar kan sesuatu yang member kelezatan kepada indera dan jiwa seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain.[11] Lawan dari al-thayyibah adalah al-qabihah yang artinya buruk.

·         Al-khairah digunakan untuk menunjukan sesuatu yang baik oleh seluruh umat manusia, seperti berakal, adil, dan segala sesuatu yang bermanfaat. Lawan dari al-khair adalah al-syarr.[12]

·         Al-karimah digunakan untuk menunjukan pada perbuatan dan akhlak yang terpuji yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.[13] Biasanya kata al-karimah ini digunakan untuk menunjukan perbuatan terpuji yang skalanya besar, seperti menafkahkan harta di jalan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua.

·         Al-mahmudah digunakan untuk menunjukan sesuatu yang utama sebagai akibat dari melakukan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT.[14] Jadi kata al-mahmudah lebih menunjukan pada kebaikan yang bersifat batin dan spiritual. Misalanya shalat tahajjud yang mudah-mudahan Allah akan mengangkat derajatmu pada tempat yang terpuji.

·         Al-birr digunakan untuk menunjukan pada upaya meperbanyak melakukan perbuatan yang baik. Kata ini biasanya digunakan sebagai sifat Allah, dan kadang digunakan sebagai sifat manusia. Digunakan untuk sifat Allah maksudnya adalah bahwa Allah memberikan pahala yang besar, sedangkan jika digunakan untuk manusia maksudnya adalah ketaatan manusia tersebut.




[1] Louis Ma’luf, Munjid, (Beirut: al-Maktabah al-Katulikiyah, t.t.), hlm.198.
[2] Webster’s New Twentieth Century Dictionary, hlm.789.
[3]Hombay, AS., EU Gaterby, H. Wakefield, The Advanced Leaner’s Dictionary of Current English, (London: Oxford University Press, 1973), hlm.430.
[4] Webster’s World University Dictionary, hlm.401.
[5]Ensiklopedia Indonesia, Bagian I, hlm.362.
[6] Ahmad CharrisZubair, KuliaihEtika, (Jakarta: RajawaliPers, 1990), cet.II, hlm.81.
[7]LihatNew Twentieth Century Dictionary of English Language, hlm.138; The Advanced Leaner’sof Current English, hlm.63; Ensiklopedi Indonesia, hlm.557; Asmaran As, hlm. PengantarStudiAkhlak, hlm.26.
[8]Poedjawijatna, EtikaFilsafatTingkahLaku, (Jakarta: BinaAksara 1982), cet.IV, hlm.44-49.
[9]Asmaran As, op. cit. , hlm.27-31.
[10] Ahmad Amin, Etika (IlmuAkhlak), (terj.) K.H. FaridMa’ruf, darijudulasli, Al-Akhlak, (Jakarta; BulanBintang, 1983), cet. III, hlm.87.
[11]Ahmad Amin, Etika (IlmuAkhlak), (terj.) K.H. FaridMa’ruf, darijudulasli, Al-Akhlak, (Jakarta; BulanBintang, 1983), cet. III.,hlm. 321.
[12]Ibid.,hlm. 163.
[13]Ibid.,hlm. 446.
[14]Ibid.,hlm. 163.

Wednesday, 2 April 2014

tentang bidik misi 2014

assalamualaikum sobat..

kali ini saya mau berbagi info tentang pengalaman saya mulai dari mendaftar, hingga saat ini resmi menjadi mahasiswa bidikmisi . dan saat ini saya sedang menempuh ilmu Arsitektur di Universitas Trisakti Jakarta.

langsung saja di simak info nya...


Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  mulai tahun  2010  kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi.

Bidikmisi merupakan program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional yang  dicanangkan  pada  tahun  2010.  Perguruan  tinggi  yang  mendapat bantuan  Bidikmisi  yaitu  perguruan  tinggi  di  bawah  Kementerian  Pendidikan dan  Kebudayaan  dan  Kementerian  Agama.  Pada  tahun  2011  mahasiswa baru  penerima Bidikmisi  bertambah menjadi 30.000 di  117  perguruan  tinggi negeri dengan adanya tambahan anggaran dari APBN-Perubahan. Pada  tahun  2012  ini  Bidikmisi dilanjutkan  dikembangkan  menjadi  30.000  calon mahasiswa  penerima  yang  diselenggarakan  di  87  perguruan  tinggi  negeri dibawah  Kemdikbud dan program Bidikmisi yang dikelola oleh Kementerian Agama.
Program ini mempunyai misi untuk menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu dan mempotensi  akademik  memadai  untuk  dapat  menempuh  pendidikan  sampai ke jenjang pendidikan tinggi.
Bantuan yang diberikan dalam program ini terdiri atas Bantuan  biaya  hidup  yang  diserahkan  kepada  mahasiswa  sekurang-kurangnya  sebesar  Rp600.000,00  (enam  ratus  ribu  rupiah)  per  bulan  yang ditentukan berdasarkan Indeks Harga Kemahalan daerah lokasi PTN dan Bantuan  biaya  penyelenggaraan  pendidikan  yang  dikelola  PTN  sebanyak-banyaknya Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per  mahasiswa.
tidak hanya untuk PTN, bidikmisi kini juga ada di PTS yang ditunjuk untuk menerima bidikmisi,



gambar dibawah ini merupakan jadwal bidik misi tahun 2014

 catatan: anda dapat mengikuti semua seleksi diatas apabila belum diterima di salah satu jalur tes tersebut

untuk menguduh petukjuk teknis lengkap anda bisa unduh disini  http://bidikmisi.dikti.go.id/petunjuk/pedoman

 untuk pertanyaan, bidikmisi hanya membuka portal informasi seperti di bawah ini



sekian postingan kali ini.. jika info ini bermanfat silahkan share kepada teman-teman yang membutuhkan